Olahraga untuk diet ketat

                 Menjalani hidup sehat biasanya indentik dengan diet ketat. Dimana saat diet ketat makanan dipilih adalah makanan yang benar-benar sehat baik dari bahan-bahannya sampai bagaimana cara memasaknya. Namun, selain diet ada hal yang harus tetap dilakukan yaitu olahraga. Dengan menggerakan tubuh maka hasil diet akan lebih maksimal.

                Olahraga untuk diet ketat tidak jauh berbeda dari olahraga pada umumnya. Namun, ada beberapa yang harus diperhatikan. Apakah olahraga tersebut memberikan dampak traumatik yang besar pada otot dan apakah nutrisi yang kita asup bisa meminimalisir dampak tersebut bahkan membantu meningkatkan massa otot atau tidak. Ada beberapa olahraga yang bisa dilakukan saat melakukan diet ketat.

Angkat Beban, Untuk Badan yang Lebih Kencang

Kedengarannya mengerikan bukan? apalagi untuk kaum wanita. Banyak yang salah kaprah jika wanita melakukan angkat beban maka badannya akan berotot seperti pria. Padahal mengangkat beban membantu meningkatkan massa otot. Jika massa otot naik maka lemak akan berkurang bahkan bisa menunda osteoporosis.

Untuk melakukannya bisa dilakukan secara bertahap, untuk awal angkat beban seberat 1 kilogram lalu naik dua kilogram dan seterusnya. Untuk kaum wanita tidak perlu khawatir, sekalipun mengangkat beban badan tidak akan kekar seperti body builder. Mengapa? karena wanita tidak memiliki hormon yang bisa membentuk otot-otot seperti halnya pada pria.

Berenang

Olahraga yang sudah sangat umum tapi, sangat ampuh dilakukan saat diet ketat. Tidak perlu mengeluarkan banyak keringat atau merasakan detak jantung dengan ritme yang tinggi. Saat berenang banyak kalori yang terbuang dan hampir seluruh otot tubuh digunakan. Mulai dari otot punggung, paha, kaki dan lengan. Hal ini bisa terjadi karena saat berenang seluruh tubuh akan aktif bergerak. Tidak salahnya menjadikan olahraga renang menjadi hobi.

Yoga

Saat diet ketat maka kalori yang dimasukkan kedalam tubuh sangat diperhatikan. Jika perlu dibuat seminim mungkin. Oleh karena itu, diusahakan agar olahraga yang dilakukan tidak terlalu berat.  Yoga dilakukan dengan gerakan yang lambat namun bertenaga. Dimana olahraga ini menggabungkan meditasi, teknik pernapasan dan teknik peregangan.

 Sehingga badan bisa menjadi lentur dan tercapainya keseimbangan tubuh.  Mengingat yoga menggunakan meditasi maka selain membantu meningkatkan kesehatan raga, yoga juga membantu meningkatkan kesehatan jiwa. Sehingga adanya keselarasan antara jiwa, emosi, spiritualitas dan raga/tubuh.

Pilates

Serupa tapi tak sama. Pilates berfokus pada penguatan tubuh dan rehabilitasi. Dimana gerakannya merupakan gabungan dari teknik pernapasan, latihan keseimbangan, postur tubuh, konsentrasi dan latihan mengendalikan gerakan dan kekuatan otot tubuh. Terdengar rumit tapi sebenarnya tidak. Gerakan pilates dirancang dengan gerakan lambat yang terfokus pada penggunaan otot disertai dengan pernapasan dalam.

Teknik pernapasan membantu untuk mendetoks tubuh serta meningkatkan kelancaran peredaran darah yang menjaga kesehatan tubuh. Jika teratur melakukan pilates maka akan menguatkan otot inti tubuh (core muscle), memperbaiki postur tubuh yang buruk, mencegah serta mengurangi rasa sakit karena cedera dan lebih fokus.

                Dengan melakukan diet ketat bisa mempercepat penurunan berat badan. Sehingga diet ketat bisa dilakukan untuk waktu-waktu tertentu. Namun, pilihan olahraga saat melakukan diet ketat diusahakan yang tidak terlalu berat mengingat asupan kalori yang dimakan tidak terlalu banyak. Hal penting yang harus diingat untuk semua pelakunya diet ketat boleh tapi, tetap disertai dengan olahraga teratur.  Selain membuat tubuh lebih sehat ditambah dengan bonusnya badan kencang dan singset. 

Komentar

Postingan Populer